Motivasi Islami – Pembaca yang semoga dirahmati Allah, Al-Qur’an sebagai Kalam Allah bisa memberi pertolongan kepada para pembacanya di akhirat kelak sebagai pemberi syafa’at. Al-Qura’n bisa menjadi perantara untuk menolong kita ketika mempertanggungjawabkan amalan kita di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’alaa.

Hal ini sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda,

اِقْرَأُوا الْقُرْآن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْم الْقِيَامَة شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya, “Bacalah Al-Qur’an, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya”. (HR. Muslim)

Berkaitan dengan hadits tersebut, Syaikh Faishal al-Mubarak rahimahullah menjelaskan, “Hadis ini merupakan motivasi dan perintah agar kita terus membaca Al-Qur’an, dan bahwasanya ia memberikan syafaat bagi penjaganya yaitu orang-orang yang selalu membacanya, berpegang teguh dengan kandungannya, melaksanakan perintahnya, dan menjauhi larangannya”.

Selain itu, Al-‘Allamah Abdur Rauf al-Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang hanya membaca atau menghafal ayat-ayatnya tanpa mempedulikan pengamalan kandungannya dalam kehidupan, maka ia tidak dianggap sebagai penjaga Al-Qur’an yang berhak mendapatkan syafaatnya.

Jadi kita dituntut untuk memahami apa yang kita baca, jangan merasa cukup dengan rutin membaca Al-Qur’an tapi tidak memahami makna apa yang kita baca. Minimal kita membaca terjemahnya, lebih bagus mendalami tafsirnya. Sehingga apa yang kita baca meresap ke dalam sanubari kita.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin rahimahullah berkata, “di hari kiamat Allah Ta’alaa menjadikan pahala membaca Al-Qur’an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Pada hari kiamat ia akan datang menjadi pembela bagi orang yang membacanya di hadapan Allah Ta’alaa. Jika Al-Qur’an dibaca oleh seseorang dengan penuh harap pahala dari Allah Ta’alaa, maka baginya dari setiap huruf, sepuluh kebaikan”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

Artinya, “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata, “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Al-Qur’an pun berkata, “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Maka keduanya akan memberi syafa’at”. (HR. Ahmad dan Hakim)

Membaca Al-Qur’an merupakan aktifitas yang harus menjadi kebutuhan rohani demi meningkatkan mutu dan kualitas spiritual. Di era teknologi seperti sekarang ini, kita dapat dengan mudah membaca Al-Qur’an lewat telepon genggam yang kita genggam ke mana saja. Di bus, pesawat, kereta, di mana saja, kita dapat membacanya.

Maka, sangat disayangkan apabila seorang muslim tidak bisa membaca Al-Qur’an. Sangat disayangkan pula, jika seorang muslim yang sudah pandai membaca Al-Qur’an namun tidak membiasakan dirinya dan keluarganya untuk istiqamah membacanya setiap hari.

Oleh karena itu, mari kita tekadkan diri kita untuk selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an, tanamkan dalam jiwa kita untuk selalu mencintai Al-Qur’an dengan membaca dan memahaminya secara terus menerus. tidak ada hari tanpa Al-Qur’an.

Jika kita bisa meluangkan waktu untuk kegiatan lain, maka Al-Qur’an lebih berhak untuk kita beri waktu luang. Kita telah diberi 24 jam dalam sehari, sedangkan kita tidak meluangkan sedikitpun untuk Al-Qur’an, maka kelak Al-Qur’an akan menjadi hujjah yang menggugat kita.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, demikianlah pembahasan pada kesempatan kali ini, semoga kita menjadi ahli Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an akan menjadi syafa’at untuk kita dan keluarga kita kelak. Wallahu a’lam… (red/admin)