Motivasi Islami – Pembaca yang semoga dirahmati Allah, Al-Qur’an sebagai kalam Allah bisa memberi pertolongan dalam bentuk syafaat atas izin Allah. Al-Qur’an bisa menjadi perantara untuk menolong kita ketika kita mempertanggung jawabkan amalan kita di hadapan Allah Ta’alaa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda,

Artinya, “Bacalah Al-Qur’an, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya”. (HR. Muslim)

Juga disebutkan di dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam,

Artinya, “Bacalah Al-Zahrawain atau dua cahaya yaitu surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua kumpulan burung yang membentangkan sayapnya, keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut”. (HR. Muslim)

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan syafaat tersebut?.

Ada beberapa hal yang mesti kita ketahui sekaligus kita lakukan dalam interaksi kita bersama Al-Qur’an, sehingga kita bisa mendapatkan syafaat Al-Qur’an.

Yang pertama. Dengan membaca Al-Qur’an.

Maka, sangat disayangkan apabila seorang muslim tidak bisa membaca Al-Qur’an. Sangat disayangkan pula, jika seorang muslim yang sudah pandai membaca Al-Qur’an namun tidak membiasakan dirinya dan keluarganya untuk istiqamah membacanya setiap hari.

Yang Kedua. Mendengarkan lantunan bacaan Al-Qur’an.

Selain bisa membaca, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an juga menjadi jembatan meraih syafaatnya. Kita bisa mendengarkan secara langsung lewat radio, televisi, atau Mp3 murattal.

Yang Ketiga. Mengkaji dan Mempelajari Ayat-ayat Al-Qur’an.

Al-Quran tidak cukup hanya dibaca dan didengarkan, lebih dari itu kita harus menjadikannya sebagai sumber inspirasi di berbagai bidang kehidupan. Untuk bisa sampai ke arah tersebut, langkah yang harus kita tempuh adalah mengkaji hikmah-hikmah yang ada di dalamnya.

Yang Keempat. Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Al-Qur’an berisi hukum-hukum yang jelas dan panduan bagi kehidupan seorang muslim. Maka setiap muslim wajib untuk menjadikan Al-Qur’an rujukan hokum dan pedoman dalam menentukan baik dan benar dalam segala aspek kehidupan.

Yang Kelima. Mengajarkan Al-Qur’an kepada Orang lain.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang diberi ilmu oleh Allah untuk mengamalkan apa yang sudah ia peroleh, walau pun satu ayat. Termasuk mengajarkan Al-Qur’an dalam beragam bentuk seperti mengajarkan cara membaca yang baik dan benar, menguraikan makna dan kandungan ayat, atau menghimpun tafsir Al-Qur’an sebagai upaya mendekatkan umat kepada pemahaman terhadap Al-Qur’an yang baik, tidak menyimpang, tidak salah jalan, salah tafsir yang bisa menimbulkan keresahan kepada umat Islam.

Mengajarkan Al-Qur’an sesuai dengan bimbingan para ulama yang ahli di bidangnya, akan membuat umat semakin cinta terhadap Al-Qur’an dan mau mengamalkannya.

Itulah lima langkah untuk mendapatkan kesaksian yang meringankan dari Al-Qur’an. Seperti halnya kesaksian dalam suatu pengadilan, ada saksi yang memberatkan dan ada pula saksi yang meringankan. Jika kita dekat dengan Al-Qur’an, niscaya Al-Qur’an akan datang sebagai saksi yang bisa meringankan beban kita di pengadilan yang paling adil kelak.

Tentunya kita tidak ingin menjadi sosok yang mendapat kesaksian yang tidak kita harapkan. Kita berharap semoga kita mendapat syafaat Al-Qur’an melalui lima langkah tersebut.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, demikianlah pembahasan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat. Wallahu a’lam… (red/admin)