Motivasi Islami – Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, Alloh ‘Azza wa Jalla telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan Al-Qur`an Allah ‘Azza wa Jalla membukakan hati yang tertutup, mata yang buta, dan telinga yang tuli dari kebenaran.

Allah Ta’alaa berfirman,

الم، ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Artinya, “Alif lam mim. Inilah Kitab yang tidak ada sedikit pun keraguan padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Baqoroh : 1-2)

Yang dimaksud dengan “هُدًى” (petunjuk) adalah keimanan yang tertanam di dalam hati. Dan tiada yang dapat meletakkannya di dalam hati manusia kecuali Alloh Ta’alaa. Selain itu, Hudan dimaksudkan juga sebagai penjelasan mengenai kebenaran, serta bimbingan menuju kepadanya.

Oleh sebab itu, merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an merupakan pintu gerbang hidayah bagi kaum yang beriman. Karena hanya dengan memahami makna Al-Qur’an yang kita baca, menjadi satu-satunya jalan untuk mendatangkan pemahaman dan hidayah atau petunjuk menuju kebenaran yang hakiki.

Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’alaa,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah,agar mereka merenungi ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran”. (QS. Shod : 29)

Syaikh Abu Bakar al-Jazairi dalam kitab tafsirnya Aisarut Tafasir menjelaskan, firman Alloh,“Kitab yang telah Kami turunkan….” yaitu kitab al-Qur’an yang penuh berkah Kami turunkan kepada Rosul Kami, supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya, yaitu dengan memahaminya dan memikirkannya dengan akal mereka,sehingga hati dan akal mereka mendapatkan petunjuk, lalu mereka beriman kepada Alloh dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya , sehingga mereka selamat dan bahagia.

Selamat dan bahagia, sehingga tidak celaka dan sengsara, adalah janji Alloh Ta’alaa bagi mereka yang mengikuti petunjuk dari-Nya. Alloh Ta’alaa berfirman,

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

Artinya, “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku,niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka”. (QS. Thoha : 123)

Abdulloh bin ‘Abbas Rodhiyallohu’anhuma berkata, “Alloh memberikan jaminan kepada siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akherat”.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rohimahulloh menerangkan, bahwa maksud dari mengikuti petunjuk Alloh ialah, membenarkan berita yang datang dari-Nya, tidak menentangnya dengan segala bentuk syubhat dan kerancuan pemahaman, kemudian mematuhi perintah dan tidak melawan perintah itu dengan memperturutkan kemauan hawa nafsu.

Al-Qur’an adalah petunjuk yang akan membimbing manusia menuju jalan kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat. Sebaliknya, orang yang mengingkari Al-Qur’an, Alloh ‘Azza wa Jalla mengancamnya dengan neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat menetap. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya, “Dan barangsiapa di antara mereka orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur`an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur`an itu. Sesungguhnya Al-Qur`an itu benar-benar dari rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (QS. Hud : 17)

Pembaca yang semoga dirahmati Alloh, demikianlah pembahasan pada kesempatan kali ini semoga kita menjadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai panduan dalam kehidupan kita hingga akhir hayat kita. Wallohu a’lam… (red/admin)

%d blogger menyukai ini: