Sekelompok aktivis Buddha radikal hari Rabu (25/10/2017) yang lalu memblokir rombongan pekerja bantuan yang ingin mengunjungi sebuah kamp pengungsi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Seorang ketua cabang cabang Jaringan Perempuan Arakan, mengatakan kepada Reuters, sekitar 10 warga Myanmar yang bekerja untuk badan bantuan Relief International yang berbasis di Amerika Serikat dan Inggris dipaksa untuk berbalik. Tadinya mereka ingin menyalurkan bantuan ke kota Meybon, kota yang menampung pengungsi muslim di kota Rakhine.

Menurut Reuters, para aktivis di kalangan mayoritas Buddha kini meningkatkan upaya untuk memisahkan umat Buddha dan Muslim. Mereka juga menyerukan kepada warga Rakhine agar tidak berdagang dengan umat Islam.

Pengiriman bantuan makanan kepada umat Islam di Meybon sering tertunda dan hanya diperbolehkan setelah diperiksa oleh perwakilan komunitas Buddhis radikal. Pemimpin komunitas Buddhis radikal di Rakhine menuduh badan-badan internasional dan LSM mendukung Rohingya.

(hidayatullah.com)

%d blogger menyukai ini: