Yaman mengalami bencana kemanusiaan terburuk selama lima puluh tahun terakhir ini. Hal ini sebagaimana dinyatakan Mark Lowcock, koordinator kemanusiaan dan bantuan darurat PBB kepada Al-Jazeera pada hari Jumat (05/01/2018) kemarin.

Negara termiskin di dunia Arab tersebut telah mengalami perang hampir tiga tahun antara pemberontak Syiah Houtsi dan pasukan yang didukung Saudi yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Mark menyatakan bahwa konflik tersebut memiliki dampak yang menghancurkan, menyebabkan kelangkaan pangan dan wabah kolera serta membuat jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Lowcock mengatakan epidemi baru yang mengerikan dari difteri, telah menyerang hingga 500 orang dengan puluhan kematian dalam beberapa minggu terakhir.

Komentar Lowcock muncul saat Dana Tanggap Darurat Pusat PBB mengalokasikan 50 juta dollar untuk mendukung usaha bantuan kemanusiaan di Yaman, di mana lebih dari 8 juta orang berada di ambang kelaparan.

(arrahmah.com)