Jalur Gaza telah lama merasakan krisis kemanusiaan akibat penjajahan Israel. Wilayah gaza mengalami blokade total sejak tahun 2007. Semenjak blokade total itulah kehidupan terasa semakin berat di Gaza.

Sumber-sumber air bersih dikuasai sepenuhnya oleh penjajah. Penduduk Gaza hanya menikmati sisa-sisa air permukaan yang sudah terkontaminasi zat-zat beracun. Kontaminasi ini adalah hasil dari meresapnya limbah-limbah cair ke lapisan aquifer. Limbah cair yang tak terolah tersebut dibuang ke pantai-pantai Gaza, akibat dari matinya sistem pengolahan limbah karena minimnya pasokan listrik.

Dari latar belakang yang menyedihkan inilah, One Care mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan proyek kemanusiaan di Gaza dalam bentuk pendirian Gaza Water Station. Hal ini sebagaimana diungkapkan Direktur Utama One Care, Mardi, di Semarang.

Sebelumnya One Care telah mendistribusikan air bersih untuk penduduk Gaza melalui mobil tangki air ke pemukiman penduduk. Salah satunya, mobile water tank tersebut disalurkan untuk penduduk di Kamp Nushairat, Gaza Tengah. (Kiblat/Adin)

%d blogger menyukai ini: