Sekitar 85 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena operasi militer yang tengah berlangsung melawan kelompok Maute di kota Marawi.

Mereka kini tinggal di pusat evakuasi yang ditunjuk atau tinggal di rumah kerabat mereka di kota terdekat.

Menurut Gubernur Autonomous Region in Muslim Mindanao atau ARMM, Mujiv Hataman, penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Maute dan beberapa elemen Abu Sayyaf ke Marawi telah menimbulkan penderitaan yang sangat besar bagi penduduk di kota tersebut.

Marawi merupakan salah satu dari dua kota di ARMM dengan penduduk mayoritas Muslim. Militer pada Senin (29/05/2017) kemarin mengatakan bahwa tujuh hari berturut-turut pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Maute di kota Marawi telah membunuh 100 orang.

(Arrahmah.com)

%d blogger menyukai ini: