Rabu, 09 Rabiul Akhir 1437 H / 20 Januari 2016

DIYALA – Sebagaimana dituturkan pejabat Diyala, Ali Ad-Dayani, kepada harian Al-Syarqu Al-Ausat, pada 17 januari lalu bahwa sebanyak 56 faksi milisi Syiah aktif di Provinsi Diyala yang terletak di timur laut Iraq. Mereka menyebar ancaman di kalangan warga Sunni sehingga banyak yang mengungsi.

Dayani yang menjabat Anggota Komite Keamanan Provinsi Diyala menjelaskan bahwa kejahatan terhadap warga Sunni yang hampir setiap hari di Diyala mendorong anggota dewan dari blok Sunni mengangkat kejahatan ini ke internasional. Upaya ini bertujuan menghentikan pembantian massal oleh milisi Syiah.

Dayani melanjutkan bahwa puluhan milisi ini, adalah milik parta-partai politik di Iraq. Sehingga, mereka melakukan kejahatan terhadap warga Sunni dengan berlindung di balik undang-undang. Mereka bekerja tidak di bawah dinas kemanan Diyala.

Dayanimenyebut milisi-milisi itu sulit dikendalikan oleh pemerintah. Bahkan, mereka sebagai pengendali keamanan.

Provinsi Diyala kembali menjadi sorotan setelah milisi Syiah mengisolasi warga Sunni di Miqdadiyah. Listrik dan sambungan internet diputus. Ketakutan menyelimuti warga.

[Adin/Salamfm/Kiblat]

%d blogger menyukai ini: